by InesT
Cermin, ada kalanya berurusan dengan makhluk Tuhan selain manusia adalah sebuah anugerah yang luar biasa, yaitu ketika kata bukan lagi alat utama untuk penyampaian sebuah maksud atau tujuan akan aksi.
Cermin, ada kalanya bertindak tanpa bahasa, terlihat lebih elegan, elok dan sangat mempesona.
Ada saat dimana berurusan dengan manusia yang sungguh berakal sangat merumitkan kepala, bukan begitu Cermin?
Ada masa dimana semua keinginan harus terpenuhi melalui hubungan flat seribu arah, dimana norma, hirarki, birokrasi dan umur menjadi panduan tata laku. Apa kamu mengerti itu Cermin?
Ada ruang dimana kita harus berpikir keras untuk menahan ego akan kepentingan yang mendesak.
Ada waktu yang memaksa kita untuk menyadari bahwa dalam pencapaian sebuah keinginan harus melibatkan begitu banyak kepala. Meski bukan untuk kepentingan pribadi. Benar bukan, Cermin?
Ada kritik, saran ataupun opini Ananias kadang kala perlu ditulis dan dicamkan dengan baik. Lalu disaat kepala dan raga siap, tulisan ini bisa kembali diintip sebagai coretan manjur akan hidup yang tidak selalu nyaman. Sudahkah kamu mencoba Cermin?
...
Read more...